Senin, 30 Mei 2016

MASALAH SOSIAL




SOSIOLOGI DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT
           
      A. Pengetahuan Sosiologi
Secara umum,Ilmu sosiologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia.Sosiologi berasal dari bahasa Latin,yaitu Socius yang berarti teman atau kawan dan Bahasa Yunani Logos yang berarti ilmu pengetahun.Jadi sosiloga adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan antar teman,yaitu antara orang yang satu dengan yang lain.Adapun objek studi sosiolagi adalah masyarakat,yaitu dangan menyoroti hubungan-hubungan antar manusia tersebut.

      B.  Masalah Sosial

           1. Pengertian Masalah Sosial
Menurut Soerjono Soekanto masalah social (problema social) merupakan permasalahan-permasalahan yang muncul dalam masyarakat,bersifat social,dan berhubungan erat dengan nilai-nilai social dan lembaga-lembaga kemasyarakatan.
Masalah social berkaitan erat dengan berbagai gangguan dalam masyarakat sehingga berpotensi integrasi masyarakat.

      2.  Faktor Penyebab Masalah Sosial
Maslah social timbul dari kekurangan-kekurangan dalam diri manusia atau kelompok social yang bersumber pada faktor-faktor berikut.
v  Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi merupakan factor yang sering melatar belakangi terjadinya masalah social khususnya di Indonesia.Faktor ekonomi meliputi kemiskinan,kesenjangan ekonomi,dan tindak criminal yang dilatarbelakangi kebutuhan ekonomi.
v  Faktor Budaya
Faktor budaya,artinya budaya-budaya yang tidak sesuai dengan kondisi social dapat merusak kestbilan dalam masyarakat.
v  Faktor Biologis
Merupakan masalah social yang berhubungan dengan keadaan biologis manusia,misalnya meningkatya korban demam berdarah di suatu daerah.
v  Faktor Psikologi
Faktor ini berkaitan erat dengan pola piker manusia yang bertentangan dengan tatanan dalam hidup masyarakat.
3.      Kriteria Masalah Sosial

v  Kriteria Utama
Suatu masalah social terjadi karena ketidaksesuaian antara ukuran/nilai-nilai social dengan kenyataan-kenyataan/tindakan-tindakan social.Kepincangan tersebut diakibatkan oleh perbedaan antara anggapan-anggapan masyarakat tentang apa yang seharusnya terjadi,dengan apa yang terjadi dalam kenyataan dan pergaulan.Contohnya,gaya hidup remaja yang mengikuti pola gaya hidup masyarakat di Barat.


v  Sumber-Sumber Sosial Dari Problema Sosial
Masalah social dapat disebabkan oleh perbuatan manusia (gejala social) ataupun karena factor alam (gejala non social).Akibat dari gejala-gejala tersebut dapat menyebabkan hal yang tidak menguntungkan bagi manusia.Contoh,kemiskinan dapat disebabkan oleh kegagalan panen akibat kemarau panjang.
v  Manifest Social Problems and Latent Social Problems
Menurut Soerdjono Soekanto,Manifest social problems merupakan masalah sosial yang timbul sebagai akibat terjadinya kepincangan-kepincangan dalam masyarakat.Hal ini disebabkan tidak sesuainya tindakan dengan norma dan nilai yang ada dalam masyarakat.Latent social problems juga menyangkut hal-hal yang berlawanan dengan nilai-nilai masyarakat,tetapi tidak diakui.Oleh karena itu,sosiologi bertujuan membentuk manusia yang bijaksana dan selalu baik dalam tindakannya,tetapi untuk membuka mata agar mereka memperhitungkan akibat segala tindakannya.
v  Perhatian masyarakat
Suatu masalah social tidak selamanya menjadi perhatian penuh dari masyarakat.Makin jauh jarak social maka perhatian masyarakat akan makin sedikit dan tidak dianggap sebagai masalah social.
C.Bentuk-Bentuk Masalah Sosial
Kepincangan yang dianggap sebagai masalah social oleh masyarakat tergantung dari sistem nilai social masyarakat tersebut.Akan tetapi ada beberapa hal yang dianggap masyarakat yang pada umumnya sama,antara lain.
1.      Kemiskinan
Menurut sejarah,keadaan kaya dan miskin secara berdampingan tidak merupakan masalah social.Kemiskinan muncul sebagai masalah social sejak berkembangnya perdagangan ke seluruh dunia dan juga ditetapkannya taraf kehidupan tertentu sebagai suatu kebiasaan masyarakat.Kemiskinan dianggap sebagai masalah social apabila perbedaan kedudukan ekonomi para warga masyarakat ditentukan secara tegas.
2.      Pengangguran
Pengangguran merupakan masalah social yang dihadapi oleh negara-negara berkembang.Pesatnya arus globalisasi dalam bidang ekonomi yang ditandai dengan adanya efisiensi dalam kegiatan ekonomi,misalnya penggunaan maesin-mesian produksi.Hal itu menyebabkan berkurangnya penggunaan tenaga manusia.Oleh sebab itu pengangguran makin tinggi.Di negara-negara berkembang,pada umunya juga memiliki tingkat pendidikan yang rendah.Sementara itu persaingan kerja makin lama makin ketat,sehingga orang yang tidak memiliki keahlian (skill) akan kesulitan mencari kerja.
3.      Kejahatan
Kejahatan disebabkan Karen kondisi-kondisi dan proses-proses social yang sama,yang menghasilkan perilaku-perilaku social lainnya.Orang yang menjadi jahat,disebabkan orang tersebut mengadakan kontak dengan pola-pola perilaku jahat dan juga karena dia mengasingkan diri dari pola-pola perilaku yang tidak menyukai kejahatan tersebut.

4.      Disorganisasi Keluarga(Broken Home)
Disorganisasi keluarga adalah perpecahan keluarga sebagai suatu unit,karena anggota-anggotanya gagal memenuhi kewajiban-kewajiban yang sesuai dengan peranan sosialnya.Adapun bentuk-bentuknya antara lain:
·         Unit keluarga yang tidak komplit karena hubungan di luar nikah;
·         Putusnya perkawinan sebab perceraian;
·         Kurangnya komunikasi dalam anggota keluarga(empty shell family);
·         Krisis keluarga,oleh karena salah satu kepala keluarga bertindak di luar kemampuannya.
5.      Generasi Muda dan Masyarakat Modern
Masalah generasi muda ditandai dengan dua ciri yang berlawanan,yaitu berikut.
v  Keinginan melawan,misalnya dalam bentuk radikalisme dan delikuensi.Sikap ini mungkin disertai dengan suatu rasa takut bahwa masyarakat akan hancur karena perbuatan-perbuatan menyimpang.
v  Sikap apatis,biasanya sikap ini disertai rasa kecewa terhadap masyarakat.Masa remaja dikatakan sebagi suatu masa yang berbahaya,karena pada periode itu seseorang meninggalkan tahap kehidupan anak-anak,untuk menuju ke tahap selanjutnya yaitu kedewasaan.Masa ini dirasakan sebagai suatu krisis karena belum adanya pegangan,sedangkan kepribadiannya sedang mengalami pembentukan.
Pada waktu tersebut,kalau tidak ada bimbingan dari orang tua akan timbul demonstration effect yang merupakan masalah social.Masalah tersebut dapat diurutkan sebagai berikut.
v  Persoalan senseof value,pada masa ini masyarakat yang kedudukannya lebih tinggi menjadi imitasi untuk anak-anak yang berasal dari lapisan yang rendah.
v  Timbul organisasi-organisasi pemuda nonformal yang bertingkah laku tidak disenangi masyarakat.
v  Timbul usaha genierasi muda yang bertujuan mengadakan perubahan dalam masyarakat yang disesuaikan dengan nilai kaum muda.
6.      Peperangan
Peperangan mengakibatnkan disorganisasi dalam berbagai aspek kemasyarakatan,baik bagi negara yang menjadi pemenang maupun negara yang kalah.
7.      Pelanggaran terhadap Norma-Norma Masyarakat
a.      Pelacuran
Pelacuran diartikan sebagai pekerjaan yang bersifat menyerahkan diri kepada umu untuk melakukan perbuatan seksual dengan mendapat upah.
b.      Delinkuensi Anak-Anak
Delinkuensi anak-anak yang terkenaldi Indonesia adalah cross boy dan cross girl ,yaitu oraganisasi semiformal yang mempunyai tingkah laku yang kurang atau tidak disukai masyarakat. Delinkuensi anak-anak meliputi pencurian,perampokan,pencopetan,penganiayaan,pelanggaran susila,penggunaan obat terlarang,dan perkosaan.
 c.       Alkoholik


Persoalan alkoholik atau pemabuk pada kebanyakan masyarakat tidak berkisar apakah alcohol boleh atau dilarang dipergunakan.Persoalan pokoknya adalah siapa yang boleh menggunakannya,dimana,dan dalam kondisi yang bagaimana.
d.      Homoseksual
Secara sosiologi homoseksual adalah seseorang yang cenderung mengutamakan orang berjenis kelamin sama sebagai mitra seksual.Gay merupakan sikap,tindakan,atau pola perilaku para homoseksual bagi pelaku pria,sedangkan pelaku wanita disebut lesbian.
8.      Masalah Kependudukan
Penduduk suatu Negara pada hakikatnya merupakan sumber yang sangat penting bagi pembangunan,sebab penduduk merupakan subjek  serta objek pembanguna.Salah satu tanggung jawab Negara adalah menyejahterakan kehidupan penduduk,tetapi ternyata kesejahteraan penduduk mengalami gangguan oleh perubahan-perubahan demografis yang sering tidak dirasakan.
9.      Masalah Lingkungan Hidup
a.      Lingkungan fisik,yaitu semua banda mati yang ada di sekeliling manusia;
b.      Lingkungan biologis yaitu segala sesuatu di sekeliling manusia yang berupa organisme yang hidup(di samping manusia)
c.       Lingkungan social yaitu terdiri atas individu atau kelompo yang berada di sekitar manusia.
d.      Lingkungan budaya yaitu segala sesuatu di sekeliling manusia yang berupa hasil-hasil kebudayaan manusia.
10.  Konflik
Konflik disebabkan oleh permasalahn secara horizontal seperti perbadaan kepentingan antarsuku,antaragama,dan antar Negara.konflik sering dikonotasikan sebagai pertikaian dangan tindak kekerasan.
11.  Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja adalah perilaku menyimpang yang dilakukan oleh para remaja.contoh kenakalan remaja adalah tawuran,konsumsi miras,obat-obatan terlarang,pencurian,dan perilaku seks diluar nikah. 


UPAYA PEMECAHAN MASALAH SOSIAL 
 
Jika ada kata masalah, pasti akan menimbulkan kerugian. Nah, untuk menghentikan masalah yang apat merugikan, maka ada uya untuk memecahkan masalah tersebut. Seperti halnya dengan masalah sosialyang dalam pemecahannya ada beberapa upaya, yaitu: 

1.  Meningkatkan Pemerataan Pembangunan Dan Pendidikan
Pemerataan pembangunan bertujuan untuk meningkatkan pendapatan perkapita yang merupakan indikator kesejahteraan suatu Negara. Pemerataan pembangunan dapat memecahkan masalah social seperti masalah kependudukan.
Pemerataan pendidikan perlu dilakukan agar bangsa kita tidak tertinggal dalam hal perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pemerataan pendidikan berkaitan dengan system yang memberikan kesempatan seluruh anggota masyarakat untuk mendapatkan pendidikan. Salah satu masalah social yang dapat diatasi adalah pengagguran. Dengan adanya pendidikan skill yang tinggi, seseorang lebih mudah mendapatkan pendidikan. 

 2. Menyediakan Modal Usaha
Penyediaan modal usaha ini dilakukan untuk memecahkan masalah social berupa kemiskinan. Bantuan modal diberikan dengan harapan agar masyarakat dapat membuka usaha dan mencukupi kebutuhan sehari-hari melalui usaha tersebut.

3.  Menyosialisasikan Nilai Dan Norma
Penyosialisasian nilai dan norma dilakukan untuk mencegah adanya penyimpangan social yang biasanya menimbulkan masalah social.

4. Mempertegas Sanksi Bagi Pelanggar
 
Mempertegas sanksi bagi pelanggar dilakukan agar pelanggar mendapatkan efek jera dan tidak ingin melakukan pelanggaran kembali.

PENERAPAN SOSISOLOGI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT

      1. Fungsi Sosiologi Dalam Pembangunan
Pembangunan adalah proses perubahan di segala bidang kehidupan yang dilakukan sengaja berdasarkan rencana tertentu. Pembangunan bertujuan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat secara spiritual maupun mental.
Fungsi sosiologi dalam pembangunan adalah memberikan data-data mengenai masyarakat yang berkaitan dengan 3 rahap, yaitu:
  •        Tahap perencanaan, sosiologi perlu mengidentifikasi berbagai kebutuhan masyarakat yang akan dibangun nantinya.
  •        Tahap penerapan, sosiologi perlu mengamati hal-hal apa saja yang terjadi atau yang berubah dalam masyarakat.
  •       Tahap evaluasi, sosiologi perlu menganalisis efek-efek apa saja yang ditimbulkan pembangunan tersebut terhadap masyarakat.
2      2. Fungsi Sosiologi Dalam Pemecahan Masalah Sosial
Masalah sosial adalah masalah yang melibatkan sejumlah besar manusia. Karena berhubungan dengan banyak manusia, metode yang paling cocok digunakan untuk memecahkannya adalah metode yang mempelajari banyak manusia atau masyarakat, yaitu sosiologi.

     3.   Fungsi Sosiologi Dalam Perencanaan Sosial
Perencanaan social adalah kegiatan mempersiapkan masa depan secara ilmiah dan biasanya member bimbingan mengenai cara hidup masyarakat yang baik. Perencanaan social harus berdasarkan pengertian yang mendalam tentang budaya-budaya masyarakat. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat serta budaya-budayanya.

     4. Fungsi Sosiologi Dalam Penelitian
Penelitian merupakan kegiatan ilmiah yang dilakukan secara analitis,metodologis,sistematis dan konsisten. Karena penelitian dilakukan oleh manusia dan dilakukan untuk manusia, maka sosiologi perlu memberikan data-data mengenai manusia atau lebih tepatnya masyarakat. Penelitian selalu berhubungan dengan masyarakat, dengan begitu harus ada data mengenai kebudayaan, nilai, norma ataupun adat istiadat yang ada dalam masyarakat agar penelitian berjalan lancer serta hasil penelitian dapat diterima dengan baik di dalam masyarakat.

Penelitian sosiologi banyak menggunakan cara berpikir ilmiah yang meliputi:
  •  Pemahaman symbol dan istilah yang digunakan masyarakat.
  • Pemahaman teori sosiologi tentang pola kehidupan masyarakat.
  •  Kemampuan mempertimbangkan fenomena social
  • Kemampuan berpikir dalam melihat perubahan masyarakat.
  •   Kehati-hatian menjaga argument logis.
Selain fungsi sosiologi dalam kehidupan, sosiologi juga mempunyai manfaat di antaranya adalah:

      1. Manfaat Mempelajari Sosiologi
  • Dapat melihat dengan jelas siapa diri kita baik secara pribadi maupun anggota masyarakat.
  • Dapat memahami tempat kita dalam masyarakat serat budaya lain yang belum kita ketahui.
  • Makin memahami norma, tradisi, keyakinan, dan nilai masyarakat lain
  •  Makin tanggap, kritis dan rasional menghadapi gejala social.
  •  Mampu bertindak tepat dan akurat menghadapi situasi social.

      2. Manfaat Menggunakan Sosiologi
  • Memungkinkan kita memperoleh kesempatan atau kendala dalam hidup.
  • Memberdayakan kita untu berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.
  • Menolong kita mengenali perbedaan manusia menghadapi tantangan kehidupan.
  • Mendorong kita untuk meninjau kembali pemahaman yang familiar dan seharusnya sudah diubah.

Cr by : Husny Fadilah and A.Sheilla Majid